Mengapa Unity?

Unity Material

Game Engine: Unity

Harga: Gratis (Personal)

Indie

Selling point dari Unity sebenarnya ada pada accessible-nya game engine satu ini yang tidak hanya dipakai oleh perusahaan besar dengan budget sangat besar tetapi sebagai game developer dengan budget rendah atau bisa dikatakan indie developer bisa juga memakainya bahkan tanpa biaya sekalipun artinya tidak ada gap eksklusifitas.

Tanpa ataupun dengan team anda bebas memakai engine Unity dengan kapasitas hanya untuk sekedar hobi, proyek kecil-kecilan ataupun kerja secara profesional.

Asset Store

Adanya asset store sangat membantu untuk mengembangkan game entah itu untuk membuat prototipe ataupun untuk game versi produksi. Kalau anda setidaknya mempunyai ide untuk membuat game tetapi tidak mempunyai team khusus untuk membuat aset dari game maka anda bisa memakai aset-aset di asset store sebagai cara cepat dalam membuat prototipe dari game.

Suara Apa itu?

Selain itu ada tendensi bahwa jualan aset di asset store jauh lebih berpotensi secara finansial daripada mengembangkan game itu sendiri. Kalaupun dihitung-hitung akan jauh lebih menguntungkan jika anda berjualan di asset store teruama jika anda sangat mahir dalam pemrograman maupun pembuatan aset 3D/2D daripada harus mengembangkan dan memasarkan game yang tentu saja amat sangat tidak mudah.

Cross Platform

Unity mendukung banyak platform mobile, desktop maupun konsol artinya dengan satu code base bisa dipakai untuk mengembangkan game yang bisa berjalan di banyak platform. Efeknya sudah pasti akan menghemat waktu dan biaya.

Anda bisa mentargetkan build ke PC dan dikemudian hari jika dibutuhkan versi mobile maka anda bisa mentargetkan build ke Android atau jika anda mentargetkan supaya game berjalan di konsol bisa memilih target PS4 maupun XBox.

Universal

Dalam perkembangannya Unity tidak hanya digunakan untuk pembuatan game tetapi juga untuk keperluan visualisasi arsitektur, pembuatan film, konstruksi, otomotif, engineering dan juga edukasi. Lihat WK01 dan juga link berikut https://unity.com/solutions.

Secara mendasar jika anda belajar Unity maka anda mempunyai basic skill yang digunakan di berbagai bidang, tidak hanya dalam ranah pegembangan game tetapi jauh lebih luas, logikanya peluang anda untuk bekerja di berbagai bidang akan sangat banyak.

Learning Resources

Lengkapnya dokumentasi dan ketersediaan sumber untuk belajar yang selalu ter-update membuat banyak developer mengadopsi Unity sebagai game engine wajib dalam mengembangkan game.

Kalau anda lihat dokumentasi resmi Unity maupun sub-domain khusus resmi learn.unity.com belum lagi amat sangat banyak video Youtube gratis maupun situs pembelajaran berbayar tentang Unity maka anda tidak perlu khawatir kekurangan sumber untuk belajar game engine satu ini.

Up-to-date (Terkini)

Teknologi selalu berubah dan game engine Unity menurut saya sangat cepat dalam menyesuaikan perkembangan teknologi tersebut. Teknologi seperti Augmented Reality (AR) maupun Virtual Reality (VR) bisa anda cicipi dan pelajari melalui Unity bahkan Machine Learning pun bisa anda pakai dalam Unity, saat ini anda bisa memakai Unity ML_Agents Toolkit.


Menurut saya Unity merupakan jembatan karena dengan Unity kita bisa menggabungkan antara konsep pemrograman seperti OOP dan juga realisasinya, meskipun realisasi dalam konteks ini adalah realisasi secara virtual tetapi dengan Unity memungkinkan kita bisa mensimulasi banyak hal dan juga belajar tetapi dengan cara yang menyenangkan.

Biasanya programer sangat alergi dengan bidang diluar apa yang bisa dilakukanya misalnya desain grafis, pemodelan 3D, animasi dan pastinya pengembangan game, dan dengan Unity gap alergi tersebut akan semakin menipis karena secara tidak langsung kita “dipaksa” untuk mengenal dunia seni, Unity Editor sangat berperan besar bagi pemula dalam memulai pengembangan game.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemrograman game, tidak seperti pemrograman web ataupun desktop dimana didalamnya sangat banyak mindset untuk menuruti best practices, di dalam pemrograman game tidak harus ada seperti itu karena yang penting adalah apakah hasilnya sesuai dengan ekspektasi atau tidak.

Sebenarnya dunia game mempunyai lifetime relatif lama, jika anda bandingkan dengan pemrograman web maka apa yang anda pelajari saat ini di pemrograman web maka di tahun depan kebanyakan apa yang anda pelajari tersebut sudah mulai usang atau obselete, hal ini sangat lain kalau anda bandingkan dengan penngembangan game yg tidak mengharuskan memakai teknik-teknik terkini dalam pemrograman sehingga apa yang kita pelajari bisa dipakai untuk waktu yang relatif lama.

Bahkan jikalau anda mempelajari pemrograman grafis yang erat kaitannya dengan pengembangan game maka apa yang anda pelajari tersebut akan masih sangat jauh relevan setidaknya bertahun-tahun kedepan. Katakanlah anda mempelajari Vulkan daripada OpenGL maupun Direct3D, maka pasti beberapa tahun kemudian pengetahuan dan keahlian anda dalam pemrograman memakai Vulkan tidak akan tidak terpakai, setidaknya secara fondasional anda mengerti bagaimana sebuah segitiga ditampilkan dilayar komputer.


Kelemahan

Unity bukanlah game engine yang tanpa kekurangan, bagi beberapa programer khususnya dan pengembang game yang mementingkan performa ataupun kualitas visual maka game engine Unity tidak menjadi pilihan utama.

Kalau anda termasuk tipe programer yang harus mengetahui setiap kode yang tertulis maka anda tidak bisa memakai Unity karena di Unity banyak sekali yang namanya black box, dimana secara internal anda tidak tahu secara pasti bagaimana game engine Unity bekerja karena memang sifatnya yang closed-source tetapi gap black box ini semakin diperkecil oleh Unity dengan dikeluarkannya fitur seperti Custom Render Pipeline dan Unity DOTS.

Saat ini kualitas visual dari Unity masih kalah jauh dari Unreal Engine meskipun bagi programer menurut saya jauh lebih nyaman memprogram memakai C# di Unity daripada memprogram memakai C++ di Unreal Engine tetapi sisi kualitas visual tersebut semoga saja lambat laun akan terkejar oleh Unity.


Equan Pr.

Equan Pr. (@junwatu)