๐ŸŒฎ Kontemplasi Programer 2020!

GAMEDEVUNITYKONTEMPLASIPROGRAMER

Di dalam dunia yang mengedepankan bahwa anda diharuskan untuk berperan sebagai & menjadi apa maka akan sangatlah susah untuk menempatkan diri pada lingkungan tersebut jika anda tidak mempunyai keahlian tertentu.

Kalau anda sudah sangat lama dalam dunia pemrograman sudah pasti telah mengalami masa-masa konyol seperti adu argumentasi yang berkepanjangan dimana satu bahasa pemrograman jauh lebih baik dari bahasa pemrograman yang lain, tanpa memperdulikan konteks pemakaian ataupun mengapa pada mulanya anda belajar pemrograman dalam adu argumentasi tersebut dan pada akhirnya menjadi rantaian bom komen di Facebook yang tidak berujung konstruktif.

Secara esensial dan yang paling banyak dilupakan adalah bahwasanya bahasa pemrograman merupakan salah satu alat atau komponen dalam memberikan sumbangsih pembangunan suatu solusi. Masyarakat umum atau pengguna (user) pada khususnya tidak akan pernah peduli anda mau memakai Python, Java, C#, C++, PHP atau apapun asalkan problem solved, hanya dalam ruang lingkup pengembang pilihan bahasa pemrograman dan tool menjadi sangat penting apalagi dalam sebuah tim.

Sangat banyak sebenarnya analogi-analogi dimana tidak perlu menunjukkan peralatan dapur didepan umum kecuali dalam konteks yang tepat, di dalam sebuah rumah makan yang perlu ditunjukkan ke konsumen adalah seperti apa sajian hasil masakannya itu bukan menunjukkan alat-alat dapur merk apa saja yang dipakai.

Meskipun ada banya konteks dimana realisasi untuk ide ataupun gagasan saya kira game adalah salah satu domain yang sangat menarik untuk ditekuni.

Mengapa Pengembangan Game

Sebenarnya sangat banyak tulisan yang saya tulis mengapa kalau anda seorang programer khususnya, sekali saja harus merasakan dunia pengembangan game, baik itu karena alasan teknis ataupun alasan culture, edukasi dan juga tantangan pribadi.

Teknis

Game adalah suatu bentuk art, sangat rumit, kontekstual dan seringkali bernuansa personal. Selain melibatkan banyak domain keahlian, poin terpenting dari game adalah yang dilihat itu hasilnya bukan dari atau memakai apa game itu dibangun.

Hal diatas sangat lain kalau anda programer web misalnya yang penuh dengan dogma dan best practices, aturan kesepakatan dan teknik-teknik yang sebenarnya yang menurut saya menciptakan potensi-potensi yang secara value tidak terlalu penting, yang bertujuan hanya demi perputaran uang. Kalau anda programer web pasti mengalami bahwa belajar tools dan rules jauh lebih memusingkan daripada belajar bahasa pemrogramannya sendiri.

Pengembangan game termasuk wilayah yang sangat tua sehingga amat sangat banyak resources sebagai bahan untuk belajar & crafting, mau memakai Game Maker Studio, PICO-8 jika tidak terlalu bisa koding, atau memakai paket all-in-one seperti Unity, Unreal Engine atau Godot, kalau anda tipe programer hardcore bisa memakai C/C++, LibGDX dan masih banyak lagi pilihan di luaran sana.

Budaya (Culture)

Game sebenarnya sangat kontekstual dengan budaya dimana para developer itu berasal meskipun idealnya game harus bisa diterima oleh semua kalangan tetapi asumsi saya mengapa game FPS seperti PUBG, Counter Strike sangat populer karena memang temanya mengeksploitasi sifat dasar manusia, ditambah fitur multiplayer yaitu melawan pemain dengan AI tak terkalahkan, manusia.

Mengapa di Indonesia game bertema budaya tidak banyak berkembang?

Satu dari sekian banyak asumsi saya adalah target yang tidak tepat. Sangat susah men-transformasi budaya yang sangat kaya seperti di Indonesia dalam bentuk game untuk konsumsi di luar Indonesia karena dari hal yang paling kecil seperti bahasa, bahasa daerah khususnya, sangat sulit dicarikan padanannya sehingga memungkinkan akan banyak sekali salah interpretasi.

Alasan klasik mengapa pengembang game malas mengembangkan game bertema budaya yaitu game adalah mesin uang dollar, bodo amat dengan budaya yang penting apa yang dipasar laku ya itu yang dibuat. (Saya kira alasan seperti ini yang membuat terciptanya lebih banyak follower daripada inovator).

Padahal pasar itu bisa diciptakan dan di dalam game ada istilah โ€œcontent is kingโ€ dimana keunikan entah itu art style, mekanik game, gameplay dll adalah raja. Kalau saja di Indonesia ada ekosistem yang bagus untuk game dan pengembanganya maka saya kira tidak perlu melirik target pasar luar negeri dan tentu saja tema-tema kaya akan sangat banyak di gali dari bumi Indonesia.

Edukasi

Baik secara implisit maupun eksplisit game merupakan salah satu media yang tepat untuk pewarisan dan edukasi maka dari itulah mengapa kalau di Indonesia pewarisan nilai-nilai edukatif banyak melalui permainan & lagu anak-anak, mungkin menurut saya permainan anak-anak di Indonesia jumlahnya adalah yang terbanyak di dunia.

Terlepas dari tujuan edukatifnya, game menurut saya secara langsung maupun tidak langsung ikut andil besar dalam membentuk karakter dan kehidupan manusiaโ€ฆ

๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€

Ada beribu sekian alasan kalau kita membicarakan kenapa dan mengapa sekali dalam hidup programer harus mencicipi pengembangan game dan mungkin alasan itu gak akan pernah habis tetapi yang pasti ada tantangan disitu, siap-siap gagal dan tentu saja mewujudkan ide dengan sesuka hati adalah impian dari setiap orang.

โ€“ impian yang setidaknya berlaku bagi saya ๐Ÿฅณ

SELAMAT DATANG 2020!

๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€


Silahkan komen dibawah jika ada pendapat, kritik maupun saran.

Terima Kasih

Equan Pr.

Equan Pr. (@junwatu)